TUMOR

Tiga bulan yang lalu… Disuatu siang… Aku lagi becanda dengan anak-anak..

Tanpa sengaja tanganku menyentuh ke dada.. woops.. ada benjolan asing di dada kanan..

Ah, gak penting.. biarin aja..

Sampai akhirnya kasus benjolan ini bocor ke telinga mbak Lin – kakak perempuanku satu-satunya – dan.. bocor lagi ke telinga ibu.. bocor lagi ke telinga kakak-kakak iparku, mbak Winda, mbak Ida…. heboh…

Padahal, aku menyikapinya dengan sangat biasa.. aku pernah baca referensi yang namanya tumor payudara  ganas – untuk menyebut KANKER pun mereka, para ibu-ibu trah Jowitan – enggan – di puting payudara mengeluarkan cairan, ada kerutan, atau kalo’ mo lebih jelas baca di wikipedia.

Aku malas periksa ke dokter.. bahkan sempat timbul di pikiranku, jika memang itu kanker ganas sekalipun aku siap menghadapi kematian.. Toh, hidup memang untuk mati..

Ditambah lagi kondisi ekonomiku saat ini sangat buruk.. Untuk apa keluar duit banyak kalo’ akhirnya gak sembuh juga.. memang kita perlu usaha, tapi aku nggak mau ‘ngrusuhi’ ibuku, kakakku maupun mertuaku… aku nggak mau dikasihani.. Mending biaya pengobatan itu untuk kelanjutan pendidikan anak-anakku..

Tapi.. akhirnya aku menyerah juga ketika ibu dan mertuaku mendesakku untuk segera ke dokter…

Hari Kamis 28 Februari 2008 pagi aku sendirian ke RS PKU Muhammadiyah, mendaftar ke Poli Bedah umum… Dokter Nurul Yaqin..

Datang jam 8 pagi, nomor antrean 5.. terpaksanya aku ijin masuk siang…

Dokter Yaqin sangat terlambat datang ke Poli.. beliau baru datang jam 10..

2 jam nunggu rasanya pengen pulang aja.. tapi, tadi dari rumah diancam ibu, pulang harus bawa hasil pemeriksaan…

Akhirnya tiba juga giliranku..

Ditanya, sudah berapa lama benjolan ini ada (kerasanya 3 bulan, dok), punya anak berapa (3 orang, dok), riwayat menyusui (paling lama 1,5 bulan..yang 2 anak masing-masing cuma 4 bulan..:(( ), sakit tidak (Nggak lah..beneran gak ada rasa sakit..swer!!), dan sebagainya akhirnya Pak Dokter berucap “Masya Allah..sudah cukup besar.. ini sudah lebih dari 2 cm (Tadinya aku bilang diameternya sekitar 2 cman)..ini sudah 4 cm”

Waduh.. Pak Dokter langsung bikin surat pengantar untuk pemeriksaan Medical Check Up.. Aku disuruh pulang untuk konsultasi sama keluarga, sore balik ke RS, esok pagi benjolan mau diangkat untuk diperiksa.. Kata beliau nggak boleh ditunda karena berkejaran dengan waktu.. Kalau dari hasil Lab memang tumor jinak, setelah operasi selesai.. tapi kalu ganas.. monggo.. menjalani proses penyembuhan dengan kemoterapi yang menyakitkan seperti yang pernah aku baca…

Gleg..operasi.. kanker.. dari RS tadinya aku mau pulang menyampaikan hal ini dengan keluarga, tapi.. ah, biarin aja lah.. So, aku balik arah langsung berangkat ke kantor.. ngantor seperti biasa.. hasil pemeriksaan tak laporin lewat handphone… Ibu yang jadi “ribut”… Please,.. aku ndak pa pa, bu…

Setelah itu di kantor informasi-informasi masuk tentang referensi tabib, dokter, alternatif, waaaa.. malah pusing.. tapi, akhirnya aku putuskan untuk cari second opinion..

Pilihan jatuh ke dokter Teguh, spesialis tumor di Klinik Kotabaru Jl Pattimura no 6 Jogjakarta… karena beberapa waktu lalu, sisca -saudara sepupu- operasi tumor dengan beliau.. Kebetulan Kamis Sore ini beliau buka praktek..

Sore harinya diantar mas Koko, aku datangi tempat praktek dokter Teguh.. Sami mawon.. aku daftar jam 17.00, dapat nomor antrean 14, beliaunya datang jam 19.00..

Sedikit berbeda.. dokter Teguh minta aku datang ke Pav Tulip di RS Sardjito untuk mamografi dan diambil contoh cairan di benjolannya sebelum memutuskan tindakan yang akan dilakukan.. Ok.. jadi besok pagi aku harus kembali ijin dari kantor…

Jumat pagi 29 Februari 2008 jam 09.00 aku sudah berada di Pav Tulip RS Sardjito, paviliun khusus untuk pemeriksaan dan pengobatan kanker…

Seperti biasa nunggu panggilan…

Akhirnya aku merasakan bagaiman pengambilan mamografi… hihihihi.. kalo’ cowo’ gimana caranya ya..?

Yang agak ‘mengerikan’ ketika benjolanku ditusuk jarum untuk diambil contoh jaringannya…

Pak dokternya bilang, tidak ditemukan cairan, massanya padat, kalau jenis kista justru ada cairan.. aku tanya, apakah untuk kanker ganas selalu ada keluhan sakit atau selalu tidak ada keluhan.. kata beliau kebanyakan justru penderita kanker tidak merasa sakit pada benjolan… Hmmm… kanker yo ben..!!

Menjelang Dhuhur, hasil mamografi dan contoh cairan sudah selesai…

Wow.. dari hasil foto kelihatan sekali, benjolanku sudah sebesar telur ayam kampung… mulus, dengan batas garis tegas, dengan kesimpulan akhir curiga benigna.. untuk contoh cairannya.. terpaksa aku buka amplopnya.. sorry Dokter Teguh.. penasaran… Alhamdulillah.. di kesimpulan di tulis tanda sel ganas negatif…

Karena pulang dari RS Sardjito sudah jam 14.00, aku putuskan untuk ijin nggak masuk kerja…

Sorenya kembali aku datang ke tempat praktek dokter Teguh.. Beliau tetap menyarankan untuk segera dioperasi meskipun termasuk tumor jinak, karena tumor ini tetap tumbuh, dan hasil pemeriksaan lab 90% akurat, tapi yang 10% siapa tau.. Beliau sangat tidak menyarankan segala bentuk pengobatan alternatif karena hanya akan buang waktu.. alasannya penyebab tumor ini jelas, hormonal, dan massanya padat, keras, beda dengan kelenjar yang membengkak yang masih bisa diobati tanpa dioperasi…

Soooo… kita tunggu kapan operasi ini akan dilakukan.. Tanggal 3 Maret 2008 hari pertama menstruasi.. Operasi tidak boleh dilakukan saat menstruasi…

Diterbitkan di: on Maret 3, 2008 at 1:08 pm Komentar (1)

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://vhievhie2.wordpress.com/2008/03/03/halo-dunia/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Satu komentar Leave a comment.

  1. Wis bismillah ndang di operasi, jangan terlalu cuek yo… hidup mati di tangan Allah, tapi ikhtiar itu wajib, doa mohon kesembuhan supaya bisa lebih tenang dalam beribadah, salah satunya menjaga dan merawat anak bojo. Mugi-mugi diparingi lancar semuanya. amiin


Leave a Comment